Rabu, 22 Januari 2014

7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah & Bulan Sabit Merah Internasional

1. Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah menumbuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.

2. Kesamaan
Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan medahulukan keadaan yang paling parah.

3. Kenetralan
Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.

4. Kemandirian
Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu Pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga harus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini.

5. Kesukarelaan
Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apa pun.

6. Kesatuan
Di dalam suatu negara hanya ada satu perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.

7. Kesemestaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap Perhimpunan Nasional mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong sesama manusia.

Kamis, 09 Januari 2014

SEJARAH SINGKAT PALANG MERAH INDONESIA

Pada tgl 3 September 1945, Presiden Soekarno memerintahkan kepada menteri kesehatan Dr. Buntara Martoatmojdo untuk membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa keberadaan negara Indonesia adalah suatu fakta nyata setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 .
Pada 5 September 1945, Dr. Buntaran membentuk 5 panitia untuk mempersiapkan pembentukkan Palang Merah Indonesia yang terdiri dari :
- Dr. R. Mochtar
- Dr . Bahder Johan
- Dr. Joehana
- Dr. Marjuki
- Dr. Sitanala
Tepat pada tgl 17 September 1945 terbentuklah pengurus besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama Drs. Mohammad Hatta . PMI telah berdiri di 33 Provinsi, 371 Kabupaten/Kota dan 2654 Kecamatan (data per Maret 2010 )
Adapun tugas PMI berdasarkan Keppres RIS no,25 tahun 1963 adalah untuk memberi bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai bdengan isi Konvensi Jenawa 1945.
Saat ini kegiatan-kegiatan PMI meliputi :
1. Penanggulangi Bencana
2. Pelayanan Kesehatan
3. Pembinaan Generasi Muda
4. Diseninasi hukum kemanusiaan internasional, dan
5. Tugas khusus yaitu pelayanan donor darah.